Home > AQIDAH >

September 30, 2010 Leave a comment Go to comments

Mendoakan Kehancuran Kepada Kaum Musyrikin

Oleh : Mushlich Khumaidi

A. Matan Hadits

حدثنا أحمد بن محمد : أخبرنا عبد الله : أخبرنا إسماعيل بن أبي خالد أنه سمع عبد الله بن أبي أوفى – رضي الله عنهما – يقول : دعا رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يوم الأحزاب على المشركين فقال : « اللهم منزل الكتاب ، سريع الحساب ، اللهم اهزم الأحزاب ، اللهم اهزمهم وزلزلهم » .

Rosulullah berdo’a ketika perang Ahzab, seraya berkata: “Ya Allah yang menurunkan kitab yang suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat, Ya Allah cerai beraikanlah golongan musuh dan cerai beraikanlah mereka[1]”.

Dalam riwayat lain disebutkan dari Salim bin Abi Nadhir Maula Umar bin Ubaidillah, ada padanya sebuah kitab dia berkata. Abdullah bin Abi Aufa menulis kepadanya-RA- maka saya membacanya:

« إن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – في بعض أيامه التي لقي فيها انتظر حتى مالت الشمس »

(Rosulullah SAW pada suatu waktu ketika ingin berperang menunggu hingga condongnya matahari[2] )

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: kemudian berdiri seraya menyeru:

« أيها الناس لا تمنوا لقاء العدو وسلوا الله العافية ، فإذا لقيتموهم فاصبروا ، واعلموا أن الجنة تحت ظلال السيوف » ، ثم قال : « اللهم منزل الكتاب ، ومجري السحاب ، وهازم الأحزاب، اهزمهم ، وانصرنا عليهم »

Wahai manusia jangan kalian berharap bertemu dengan musuh, dan mintalah kepada Allah keselamatan, maka apabila kalian berhadapan dengan musuhmu hendaklah bersabar, dan ketahuilah bahwa Surga itu dibawah kilauan pedang[3]. Kemudian berdo’a: “Ya Allah yang menurunkan kitab yang suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat, Ya Allah cerai beraikanlah golongan musuh dan cerai beraikanlah mereka.[4]

  1. B. Tahrij Hadits
    1. Ismail bin Abi Kholid

Merupakan thabaqoh keempat dari pertengahan tabi’in, wafat pada tahun 146 H. Yang meriwayatkan dari beliau adalah Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majjah. Kedudukanya menurut ibnu hajar adalah Tsiqoh, adapun menurut Imam Adz-Dzahabi Al-Hafidz.[5]

Adapun guru-gurunya diantaranya: Ismail bin Abdurrahman as-Sadi, Asy’ats bin Abi Kholid, Abdus Salam Al-Kuffi dll. Adapun murid-muridnya adalah Jarir bin Abdul Hamid, Yazid bin Harun.[6]

  1. Abdullah Bin Abi Aufa

Namanya adalah ‘Alqomah bin Kholid bin Harits bin Abi Usiad bin RIfa’ah bin Tsa’labah bin Hawazin bin Aslam bin Afsho bin Haritsah al_aslamy.Dikenal dengan Abu Ibrahim, Abu Muhammad, dan ada yang menyebut Abu Mu’awiyah. Beliau merupakan Thobaqoh pertama dari sahabat, beliau wafat pada tahun 87 H diKuffah. Yang meriwayatkan dari beliau adalah Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majjah. Kedudukannnya menurut Imam Ibnu Hajar Al-Atsqolani adalah Sahabat[7]. Gurunya adalah Nabi SAW, adapun murid-muridnya adalah Abu Muhtar al-Asadi, Yahya bin Uqoil, al-Walid bin Sari’ dll[8].

  1. C. Kedudukan Hadits

Hadits ini muttafaq atas kesahihannya, sebagaimana imam Muslim juga meriwayatkannya dari Abu Bakar bin Abi Syaibah dari Waki’ dari Ismail bin Abu Kholid.[9]

D. Syarh Hadits

Hadits ini menjelaskan tentang bolehnya mendo’akan kehancuran kepada orang-orang kafir. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosulullah ketika perang Ahzab. Yaitu ketika peperangan melawan Yahudi Bani Nadzir, pada tanggal 5 Syawal 5 H, peperangan yang cukup sengit, yang mana kaum Musyrikin meminta bantuan kepada kaum Quraisy dengan 4000 pasukan, kemudian juga dari Kabilah-kabilah arab yang lainnya, sehingga jumlah kaum musyrikin 10.000 orang. Adapun jumlah kaum muslimin hanya 3000 0rang. Untuk menghadapi pasukan yang tidak sedikit jumlahnya ini atas usul Salman al-Farisi, kaum muslimin menggali parit, yang melibatkan seluruh sahabat disaat itu bahakan Rosulullah sendiripun ikut andil juga dalam penggalian ini.

Pada saat seperti inilah, Rosulullah berdo’a kepada Allah agar diberi kemenangan dan supaya kaum musyrikin yang jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah kaum muslimin, dihancurkan dan dicerai-berikan barisan mereka. Bukan hanya demikian karena pada hakikatnya mereka selalu menghalangi kebaikan-kebaikan yang dilakukan orang-orang mukmin. Sebagaimana firman Allah:

tûïÏ%©!$# tbr‘‰ÝÁtƒ `tã È@‹Î6y™ «!$# $pktXqäóö7tƒur %[`uqÏã Nèdur ÍotÅzFy$$Î/ tbrãÏÿ»x. ÇÍÎÈ

“(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.”(QS. Al-A’raf 45)

Demikian juga mereka tidak akan pernah rhidha kepada orang-orang mukmin. Allah Berfirman:

`s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ߊqåkuŽø9$# Ÿwur 3“t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) “y‰èd «!$# uqèd 3“y‰çlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$#

Nèduä!#uq÷dr& y‰÷èt/ “Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$#   $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <c’Í<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”(QS. Al-Baqoroh 120)

Lebih dari itu semua Allah juga memerintahkan untuk memerangi mereka. Allah berfirman:

öNèdqè=ÏG»s%ur 4Ó®Lym Ÿw šcqä3s? ×puZ÷GÏù tbqà6tƒur ß`ƒÏe$!$# ¼ã&—#à2 ¬! 4 ÂcÎ*sù (#öqygtGR$#  cÎ*sù ©!$# $yJÎ/ šcqè=yJ÷ètƒ ׎ÅÁt/ ÇÌÒÈ

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[10],  dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[11]. jika mereka berhenti (dari kekafiran), Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan”.(QS. Al-Anfal 39).

  1. E. Pelajaran Yang Bisa Diambil Dari Hadits
  2. Salah satu faktor keberhasilan seorang Da’i adalah do’a.

Pelajaran pertama yang bisa kita ambil dari hadits diatas adalah pentingnya do’a bagi seorang da’i. Karena do’a merupakan  hal yang sangat penting serta tidak boleh dilupakan bagi seorang da’i, disamping ia berjuang dengan harta serta jiwa raganya.

(#qãã÷Š$# öNä3­/u‘ %Y敎|Øn@ ºpuŠøÿäzur 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä† šúïωtF÷èßJø9$# ÇÎÎÈ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(QS. Al-A’raf 55)

Do’a juga merupakan ibadah[12], sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir -ra-, bahwa Nabi SAW bersabda:

الدعاء هو العبادة

“ Do’a itu adalah ibadah”[13].

Abu Hurairah juga meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ليس شيء أكرم على الله من الدعاء

“ Tiada sesuatupun yang yang lebih dimuliakan oleh Allah SWT, selain dari Do’a.[14]

  1. 2. Salah satu washilah da’wah ilallah adalah tulisan

Pelajaran kedua yang bisa kita ambil adalah bahwa dakwah bukan hanya menyeru manusia dengan ceramah-ceramah atau orasi namun masih banyak wasilah yang lainnya, salah satunya adalah dengan tulisan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Abdullah bin Abi Aufa dalam hadits diatas. Demikian juga dengan surat-surat Rosulullah kepada Rja-raja yang berkuasa pada saat itu:

  1. Surat Rosulullah SAW  kepada Pembesar  Negri Rum Heraclius.

Yang isinya:

بسم الله الرحمن الرحيم من محمد عبدالله ورسوله إلى هرقل عظيم الروم سلام على من اتبع الهدى أما بعد فإني أدعوك (بدعاية) الإسلام، أسلم تسلم يؤتك الله أجرك مرتين، فإن توليت فإن عليك إثم الأريسيين {يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ألا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئاً ولا يتخذ بعضنا بعضاً أرباباً من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا مسلمون}[15]

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Dari Muhammad Pesuruh Allah kepada Heraclius, pembesar negri Rum.

Semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk!

Kemudian dari pada itu, sesungguhnya saya menyerukan kepadamu dengan seruan islam, Islamlah! Agar engkau selamat, dan agar Allah memberikan kepadamu pahala berlipat dua adapun jika engkau berpaling makasesungghnya bagimu dosa orang-orang Arist (Kaum Tani), wahai Ahli Kitab, mari kita bersama-sama berpegang kepada kalimah  yang bersamaan antara kami dan kamu, tentangnya, yaitu bahwa tidak ada kita sembah selain Allah, dan tidak ada kita mempersekutukan_Nya dengan sesuatu jua. Dan janganlah kita menjadikan satu dengan yang lain sesembahan selain Allah. Dan janganlah kita menjadikan satu dengan yanh lain sesembahan selain Allah. Maka apabila mereka berpaling katakanlah (Wahai Muhamad): “ Bersaksilah kamu sekalian, bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang islam.”

  1. Surat Rasulullah SAW  kepada Raja Persi, Abruwaiz Bin Hurmuzan Bin Anu Syirwan[16].

{بسم الله الرحمن الرحيم من محمد رسول الله إلى كسرى عظيم فارس سلام على من اتبع الهدى وآمن بالله ورسوله وشهد أن لا

إله إلا الله وأني رسول الله إلى الناس كافة لينذر من كان حيا أسلم تسلم فإن أبيت فعليك إثم المجوسين}[17]

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Dari Muhammad Pesuruh Allah kepada Kisra, pembesar negri Persi.

Semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada Allah dan pesuruh_Nya, dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhanmelainkan Allah Yang Maha Esa, dan tiada sekutu bagi_Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba_Nya, dan pesuruh_Nya. Saya serukan kepadamu seruan Allah, sesungguhnya saya adalah peuruh Allah kepada segenap manusia untuk memperingatkan manusia yang hidup, dan mengancam (Siksa), kepada Orang-orang kafir. Islamlah agar engkau selamat.

Apabila engkau berpaling, maka bagimu dosa orang-orang Majusi

  1. Surat Rasulullah SAW  kepada Raja Najasy, Raja Habasyah.
  2. Surat Rasulullah SAW  kepada Muqouqis, pembesar Mesir dan Iskandariyah
  3. Surat Rasulullah SAW  kepada Al-Mundhir bin Sawi
  4. Surat Rasulullah SAW  kepada Dua orang Raja Umman dengan utusan Amr Bin Al-Ash
  1. 3. Salah satu materi dakwah adalah seruan untuk berjihad

Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil dari hadits diatas adalah bahwa banyak materi-materi yang bisa disampaikan, namun yang menjadi catatan adalah ajaran Islam bukan hanya tauhid dan fiqih, namun Islam adalah agama yang syumul yang seluruh aspek kehidupan telah diatur olehnya, dan ini harus disampaikan seluruhnya oleh para da’i, menurut starata pemahaman dan pendidikan mereka dengan fiqhu dakwah yang sesuai. Sebagaimana Rosulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh ad-Dailami dari Ibnu Abbas:

أمرنا أن نكلم الناس على قدر عقولهم

“ Kami diperintahkan untuk menyeru kepada manusia sesuai dengankemampuan berpikir mereka.”[18](Sanad haidts ini lemah).

Demikian juga jihad yang merupakan salah satu materi dakwah yang dewasa ini banyak dilupakan oleh beberapa kalangan, padahal jihad juga merupakan syari’at dalam Islam, dan justru merupakan puncak dari agama ini: Rosulullah SAW bersabda:

ألا أخبرك برأس الأمر وعموده وذروة سنامه ؟ – قلت : بلى , يا رسول الله قال ” رأسٍ الإسلام , وعموده الصلاة وذروة سنامه

الجهاد

“Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad[19]”.

Beliau juga bersabda:

سئل رسول الله أي الأعمال أفضل ؟ قال إيمان بالله و رسوله وقيل ثم ماذا ؟ قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا ؟ قال حج مبرور

Rosululloh saw. Pernah ditanya; amalan apakah yang palilng utama? Beliau menjawab Iman kepada Alloh dan Rosul-Nya. Beliau ditanya lagi; kemudian apa? Beliau menjawab ; Jihad fii sabiilillah. Lalu ditanya lagi: kemudian apa? Beliau menjawab; Haji Mabrur.[20]

Demikianlah keutamaan syari’at jihad, banyak sekali hadits-hadits serta ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskannya. Namun realita yang terjadi adalah banyak dari manusia yang enggan serta membencinya.

Allah SWT berfirman:

|=ÏGä. ãNà6ø‹n=tæ ãA$tFÉ)ø9$# uqèdur ×nöä. öNä3©9 ( #Ó|¤tãur br& (#qèdtõ3s? $\«ø‹x© uqèdur ׎öyz öNà6©9 ( #Ó|¤tãur br& (#q™6Åsè? $\«ø‹x© uqèdur @ŽŸ°

öNä3©9 3 ª!$#ur ãNn=÷ètƒ óOçFRr&ur Ÿw šcqßJn=÷ès? ÇËÊÏÈ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui(QS. Al-Baqoroh 206).

  1. 4. Salah satu sifat yang harus dimiliki seorang da’I adalah sabar

Didalam mengemban amanah sebagai seorang da’i yang menyeru kepada Allah, maka kesabaran sangat berperan penting, Karena ia akan mendapati banyak tantangan dan rintangan didalamnya. Kita bisa mencontoh kesabaran orang-orang sebelum kita, dari para Nabi-nabi terdahulu, bagaimana kesabaran Nabi Nuh as, ketika menyeru kaumnya, mereka menutup muka mereka dengan baju serta menutup telinga mereka dengan jari-jemarinya, karena enggan untuk mengikuti seruan Nabi Nuh as. Allah berfirman:

’ÎoTÎ)ur $yJ¯=à2 öNßgè?öqtãyŠ tÏÿøótGÏ9 óOßgs9 (#þqè=yèy_ ÷LàiyèÎ6»|¹r& þ’Îû öNÍkÍX#sŒ#uä (#öqt±øótGó™$#ur öNåku5$uŠÏO (#r•Ž|Àr&ur (#rçŽy9õ3tFó™$#ur #Y‘$t6õ3ÏGó™$# ÇÐÈ

“Dan Sesungguhnya setiap kali Aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat”(QS. Nuh 7).

Pentinngnya kesabaran didalam berdakwah sehingga Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab memasukkannya dalam empat kaidah seorang muslim/ al-Qo’idah al-arba’ah, yaitu empat hal yang wajib diketahui seorang muslim, beliau menyebutkan[21]:

  1. Ilmu

Yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, serta mengetahui Dinul Islam dengan dalilnya, karena tidak boleh beribadah kepada Allah tanpa dasar ilmu. Sebagaimana imam al-Bukhari mengatakan bahwa ilmu didahululkan sebelum perkataan dan perbuatan. Maka barang siapa yang  beramal tanpa didasari dengan ilmu maka ia menyerupai orang-orang Nashrani.

  1. Amal

Sebaliknya orang yang mempunyai ilmu namun tidak mengamalkannya maka ia menyerupai orang-orang Yahudi.

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä zNÏ9 šcqä9qà)s? $tB Ÿw tbqè=yèøÿs? ÇËÈ uŽã9Ÿ2 $ºFø)tB y‰YÏã «!$# br& (#qä9qà)s? $tB Ÿw šcqè=yèøÿs? ÇÌÈ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”(QS. Ash-Shaf 1-2).

  1. Dakwah

Dakwah merupakan kewajiban yang yang harus dilakukan seorang muslim.

äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê

`tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah. Dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(QS. An-Nahl 125).

  1. Sabar

Kewajiban seorang muslim yang selanjutnya yaitu bersabar dalam menuntut ilmu, mengamalkan danmendakwahkannya. Allah berfirman:

ö@è% ϊ$t7Ïè»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# öNä3­/u‘ 4 tûïÏ%©#Ï9 (#qãZ|¡ômr& ’Îû Ínɋ»yd $u‹÷R‘‰9$# ×puZ|¡ym 3 ÞÚö‘r&ur «!$# îpyèřºur 3 $yJ¯RÎ) ’®ûuqãƒ

tbrçŽÉ9»¢Á9$# Nèdtô_r& ΎötóÎ/ 5>$|¡Ïm ÇÊÉÈ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. orang-orang yang berbuat baik di dunia Ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya Hanya orang-orang yang Bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”(QS. Az-Zumar 10).

  1. F. Referensi
    1. Said bin Wahf Al-Qohthani, Fiqhu Ad-Dakwah Fi Shahih Al-Bukhari.
    2. Imam Al-Baghowi, Syarhu Sunnah.
    3. Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab At-Taimi, Al-Ushul Ats-Tsalatsah.
    4. Al-Imam Al-Bukhari, Al-Adab Al-Mufrad.
    5. DR. Achmad Mubarok, MA, Psikologi Dakwah.
    6. Imam An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawiyah.

1- من أسباب نصر الداعية : الدعاء .

2- من وسائل الدعوة إلى الله : الكتابة .

3- من وسائل الدعوة : مراعاة أوقات نشاط المدعو .

4- من أساليب الدعوة : التشبيه .

5- من موضوعات الدعوة : الحث على الجهاد .

6- من موضوعات الدعوة : الحث على الدعاء .

7- من صفات الداعية : الصبر .

8- من أساليب الدعوة : الترغيب .

9- من وسائل الدعوة : اغتنام التذكير عند الحوادث الملمة .

10- من وسائل الدعوة : الخطابة .

11- من موضوعات الدعوة : الحث على سلوك الأدب .

12- من صفات الداعية : التواضع (1) .

_________

(1) انظر : الدروس الدعوية للحديث رقم 33 ؛ فإن جميع هذه الدروس سبق الحديث عنها هناك بالتفصيل .


[1] Shahih Bukhari no: 2933/ Kitab al-Jihad wa as-Siar.

[2] No Hadits 2965

[3] Merupakan kinayah untuk berjihad, sehingga berperannya pedang didalamnya dan ternaungi dengannya,

[4] No: 3025

[5] Ruwatu Tahdzibains

[6] Al-Madzi dalam Tahdzibul Kamal

[7] Ruwatu Tahdzibain

[8] Al-Madzi dalam Tahdzibul Kamal.

[9] Imam al-Baghowi, Syarhu as-Sunah, Bab Al-Isti’adzah, Juz 1 hal 334.

[10] Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam

[11] Maksudnya: menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil.

[12] Al-Adzkar An-Nawawiyah, Imam An-Nawawi

[13]Hadits ini diriwayatkan dengan sanad-sanad yang shahih, dalam kitab Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’I, dan Sunan Ibnu Majah. Lihat juga Al-Adab Al-Mufrad Imam Al-Bukhari, bab Fadhlu Du’a. Syaikh Al-Albany mengatakan bahwa hadits ini sahih.

[14] Al-Adab Al-Mufrad Imam Al-Bukhari, Bab Fadhlu Du’a, Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa Hadits ini Hasan.

[15] Iqomatul Hujjah ‘Alal ‘Alamin Nubuwah 2/ 77

[16] Setelah surat tersebut dibaca oelah Raja tersebut, lalu dirobek-robek. Berita ini sampai kepada Rosulullah SAW, maka beliau bersabda: “ Semoga dirobek-robek kerajaannya”.

[17] Al-Qoul Al-Aqwam Fi Mu’jizati Nabi, 1/ 306

[18] Jalaluddin as-Suyuti, Jami’ al-Ahadits, Juz 6, Hal. 401.

[19] HR. Tirmidzi, Dari Sahabat Muadz bin Jabal, (Musnad Ahmad)

[20] HR. Bukhari dan Muslim, Lihat Fathul Bari, No: 26, 1519, Sohih Muslim N0: 83

[21] Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab At-Taimmi.

Categories: AQIDAH
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: