November 28, 2010 Leave a comment Go to comments

Bantahan Terhadap Ucapan Rafidhah

Oleh : Fauzan Alwi (walad)

 Poin Pertama

Rafidhah

Ucapan  Rafidhah: Mereka Ahlussunnah mengatakan; “Sesungguhnya Nabi saw tidak pernah meninggalkan wasiat  untuk jabatan   imam (pemimpin   negara)   bagi     seorangpun, bahkan  beliau meninggal   tanpa  berwasiat.”

Jawaban

Ini  bukan  ucapan  seluruh  Ahlus   Sunnah. Bahkan banyak kelompok Ahlus Sunnah berpendapat bahwa kepemimpinan  Abu  Bakr  ra    terjadi  berdasarkan  nash.  Dan perbedaan   pendapat  tentang  hal  tersebut  telah   masyhur dalam  madzhab  Ahmad  maupun  selainnya.

Al-Qadhi Abu  Ya’la menyebutkan  dua  riwayat dari  Ahmad tentang perkara di atas:

  1. kepemimpinan  Abu   Bakar ra terjadi   dengan pilihan.  Al-lmam   Ahmad   berkata:   “Ini    merupakan pendapat   sekelompok   ahli   hadits,   Mu’tazilah,   dan Asy’ariyyah.” Pendapat  ini juga dipilih oleh  Al-Qadhi  Abu Ya’la  dan  yang  selainnya.
  1. Kedua, kepemimpinan Abu  Bakr ra  terwujud dengan  nash yang  samar  dan  dengan   isyarat.  Al-lmam   Ahmad berkata: “Pendapat  ini dikatakan oleh AI-Hasan Al-Bashri, sekelompok  ahli hadits, Bakr bin Ukhti Abdil  Wahid dan Al-Baihasiyyah dari  Khawarij’.

Nash-nash  yang  Menunjukkan  Bahwa  Abu  Bakr &  Berhak atas Jabatan  Khalifah

Ibnu  Hamid mengatakan: “Dalil tentang kebenaran  hal itu ada  beberapa   riwayat.  Di antaranya  adalah  hadits   yang diriwayatkan  oleh  AI-Bukhari,

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ فَكَلَّمَتْهُ فِي شَيْءٍ فَأَمَرَهَا أَنْ تَرْجِعَ إِلَيْهِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جِئْتُ وَلَمْ أَجِدْكَ كَأَنَّهَا تُرِيدُ الْمَوْتَ قَالَ إِنْ لَمْ تَجِدِينِي فَأْتِي أَبَا بَكْرٍ

dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari Ayahnya mengatakan, ada seorang wanita menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengajak beliau bicara tentang suatu hal. Lantas beliau menyuruh si wanita itu untuk menemuinya di kemudian hari. Si wanita menjawab; ‘hai Rasulullah, bagaimana kalau aku datang namun tidak mendapatkanmu? – sepertinya yang wanita maksudkan, jangan-jangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah meninggal- Nabi menjawab “Jika kau tidak menemukan aku, datangilah Abu bakar.”

Hadit yang diriwayatkan oleh bukhori juga:

وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا مِنْ أُمَّتِي لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ

“ Seandainya aku boleh mengambil kholil dari ummatku maka aku akan menjadikan abu bakar kholilku”

Lalu  Ibnu  Hamid  menyebutkan  konteks  kalimat yang lain dan  hadits-hadits  lainnya, kemudian   berkata:  “Ini  adalah nash  yang  tegas  atas jabatan  keimaman  untuknya.”

Syaikhul   Islam berkata: “Dengan   begitu,  gugurlah tuduhan  seorang  Rafidhah  terhadap  Ahlus  Sunnah  dengan ucapannya: Ahlus  Sunnah  berpendapat  bahwa  Nabi  saw  tidak

meninggalkan  pesan  untuk jabatan  kepemimpinan  itu  bagi seseorang,  serta  beliau  saw   meninggal  tanpa  berwasiat’.”

Hasil yang benar: Sesungguhnya Nabi saw telah menunjukkan kepada  kaum  muslimin  tentang  kekhalifahan  Abu  Bakr Beliau     menunjukkan hal itu kepada mereka dengan  banyak sabda   maupun   perbuatan.  Dan  beliau  saw   mengabarkan kekhalifahan  Abu  Bakr dengan  ridha  dan  memujinya. Andaikan  penunjukan  itu  merupakan  perkara  yang  samar bagi  umat  ini,  tentu  Nabi  saw akan  menjelaskannya  dengan terang  benderang. Sehingga,  keabsahan  dan  ketetapan  atas   kekhalifahan Abu  Bakr ra   telah ditunjukkan  oleh  nash-nash  yang  shahih.

Allah  swt    dan  Rasulullah saw   meridhainya.  Dan  kekhilafahan Abu  Bakr  ra terwujud dengan  kaum  muslimin   menerima dan  memilihnya,  karena  ilmu  mereka  bahwa  Allah  swt    dan Rasulullah  saw  telah  mengutamakan  beliau ra.

Poin kedua

Nas-nas yang menunjukkan bahwa sahabat adalah umat yang paling utama dan Allah swt telah ridho kepada mereka.

Rafidhah

Rafidoh mengatakan bahwasannya setelah berita wafatnya Rasulullah tersebar di antara kaum muslimin, dan manusia saling berselisih, maka merekapun menjadi terpecah sesusuai pandangan dan sesuai hawa nafsu masing-masing, di antaranya ada yang meminta kekuasaan yang bukan menjadi haknya, lalu orang banyak mengikutinya demi kepentingan dunia. sampai terjadi pembunuhan terhadap Husain.

Jawaban

Sungguh perkataan ini adalah dusta dan batil dan padanya terdapat celaan kepada umat terbaik, bisa kita lihat celaan ini dari beberapa sudut:

–          Ucapan Rafidhah: pandangan mereka terpecah sesuai dengan hawa nafsu masing-masing, bararti mereka mengikuti hawa nafsu dan bukan mencari ridha Allah, dan dari keumuman perkataan ini mereka juga mencela Ali dan selainnya, padahal Allah swt telah memuji mereka dan telah ridha kepada mereka dan menjanjikan kebaikan kepada mereka sebagaimana firman-Nya:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menunjukkan keutamaan sahabat.

–     Ucapan Rafidhah: di antara mereka ada yang meminta kekuasaan yang bukan menjadi haknya.

Yang dimaksud di sini adalah Abu Bakar, karena beliaulah yang dibaiat oleh manusia secara umum, padahal sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwasannya Abu Bakar tidak meminta jabatan kehilafahan untuk dirinya, tidak karena itu menjadi haknya atau bukan haknya, bahkan beliau berkata: Aku ridho kepada dua lelaki ini, yang dimaksud ketika itu adalah Umar bin Khottob dan Abu Ubaidah untuk menjadi pengganti Rasulullah (Kholifah), akan tetapi Umar langsung membaiatnya dan diikuti oleh kaum muslimin

–     Ucapan Rafidhah: Lalu orang banyak mengikutinya demi kepentingan dunia.

Sungguh ini adalah ucapan dusta yang jelas, karena sesungguhnya Abu Bakar tidak memberikan apa-apa kepada orang yang membaiatnya.

Poin ketiga

Penjelsan tentang kebohongan hadits yang menyebutkan bahwa Ali ra bersedekah dalam keadaan ruku’.

Allah swt berfirman:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Rafidhah

Ucapan Rafidhah:  Bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Ali ra, beliau bersedekah dengan cincinnya sedangkan ketika itu beliau dalam keadaan ruku’ dalam shalat.

Jawaban

Perkataan ini adalah dusta menurut ijma’ ulama’, dan kedustaannya sangat jelas dan bisa dilihat dari banyak sudut di antaranya:

–          Dalam ayat ini Allah swt menggunakan bentuk jamak (الذين), sedangkan Ali ra tunggal.

–          Huruf (و)  dalam ayat ini bukan berarti keadaan (حال), kalau seandainya yang dimaksud adalah (حال) maka tidak boleh berwali kecuali kepada orang yang berzakat dalam keadaan ruku’.

–          Dalam shalat ada kesibukan.

–          Sesungguhnya Ali tidak pernah mengeluarkan zakat pada zaman Nabi .

–          Dalam hadits ini Ali memberikan kepada peminta-minta, padahal zakat itu harus segera dikeluarkan dan tidak menunggu-nunggu orang yang meminta.

Poin keempat

Taqiyah menurut rafidhoh merupakan salah satu pokok ajaran mereka dalan bentuk pembohongan.

Firman Allah swt:

لاَّ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً        وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[192] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu).”

[192] Wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong.

Ayat ini adalah perintah untuk takiyah terhadap orang kafir, bukan perintah untuk bernifak dan berdusta, dan Allah swt membolehkan perkataan kufur bagi orang yang dipaksa untuk mengatakannya, akan tetapi hatinya tetap dalam keimanan. Akan tetapi dalam permasalahan ini Abu Bakar tidak memaksa seorangpun atau Ahli bait untuk mengikutinya, bahkan Ahlu Bait dan Ali ra menyebut-nyebut keutamaan-keutamaan dan memuji sahabat secara terang-terangan, berkasih saying dan mendoakan mereka.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: