Home > AQIDAH >

Antara Flu Burung Flu Murji’ah – I

Oleh : Ust. Anung al-Hammat, Lc

Muqaddimah
Tulisan ini merupakan salah satu koreksi atas khutbah kedua dalam shalat Jum’at yang disampaikan oleh seorang ustadz salafi maz’um di salah satu masjid yang ada di daerah Bekasi.
Jika saya ringkas syubhat yang disampaikannya adalah sebagai berikut: Tidak utuh dalam menyampaikan hadits, secara tidak langsung membolehkan tidak berhukum dengan hukum Allah dan rasulNya, boleh pedoman dengan selain pedoman nabi saw, menjadikan DR. Khalid al Anbari sebagai rujukan, menasehati penguasa harus dengan sembunyi-sembunyi dan lain sebagainya.

1. Tidak utuh dalam membawakan hadits dan pemahamannya

a. Hadits tentang :

وإن تأمــر عليكم عبد حبشي

“Meskipun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya”
Sang Ustadz dalam menyampaikan hadits hanya berhenti pada kalimat tersebut. Padahal hadits itu masih ada lanjutan meskipun harus melihat dalam redaksi yang lain. Karena antara satu hadits dengan yang lainnya saling berkaitan. Coba perhatikan hadits berikut:

إِنْ أُمِّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ مُجَدَّعٌ حَسِبْتُهَا قَالَتْ أَسْوَدُ يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا

“Selama dia memimpin kalian dengan kitab Allah maka dengar dan ta’ati”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dalam Bab Wujub Tha’at al Umara Fi Ghairi Ma’shiyah Wal Imam Junnah.
Perlu dicatat, dalam Shahihnya Imam Muslim menuturkan beberapa hadits dengan ada sedikit perbedaaan redaksi. Tetapi pada intinya sama menggunakan kata-kata:

يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ

Dalam riwayat Tirmidzi menggunakan redaksi ما أقام لكم كتاب الله (selama mereka menegakan kitab Allah).
Dalam kitab Tuhfah al Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi disebutkan: “Maksudnya adalah selama menegakan hukumNya juga mencakup Sunah nabiNya”.
Dalam hadits tersebut; syarat pemimpin yang ingin dita’ati adalah pemimpin yang menegakan hukum Allah.
Dalam Fathul Bari, Ibn Hajar berkata: Pada dasarnya, Imam dibae’at agar melakukan yang haq, menegakan hudud, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar” .
Dalam Syarhnya, Imam Nawawi berkata: “Al Qadhi berkata; Jika imam melakukan kekufuran, merubah syari’at atau melakukan bid’ah maka ia telah keluar dari statusnya sebagai pemimpin dan haknya untuk dita’ati telah gugur. Wajib bagi kaum muslim berusaha untuk mencopot dan menggantinya dengan pemimpin yang adil jika hal itu memungkinkan bagi mereka… Dan tidak wajib mencopot (pemimpin) pelaku bid’ah kecuali jika mereka mampu. Akan tetapi jika tidak mampu maka tidak wajib mencopotnya”.

Para ulama lain menyatakan yang dimaksud kalimat tersebut adalah; memimpin rakyatnya di atas Islam, bangga dengan Al Quran, tidak murtad, tidak menolak sunnah, menjadikan agama resmi negara adalah Islam dan sumber hukumnya adalah Syariat Islam .
Jadi jelas, hadits ini tidak seperti yang difahami sang khatib, boleh menyelisihi Nabi saw secara total baik dalam masalah pemilihannya, pengaturannya, hukumnya dan lain sebagainya. Karena hal tersebut bisa masuk dalam katagori kafir.

Para ulama ketika menjelaskan tentang permasalahan ini baik Imam Nawawi, Ibn Hajar, Ibn Taimiyah dan ulama lainnya; Mereka menyatakan tidak boleh orang kafir dengan kekufuran yang nyata menguasai Umat Islam. Jika penguasa tersebut kafir, maka umat pun tidak wajib ta’at . Bahkan wajib bagi Umat Islam dalam hal ini adalah Ahlul Hall Wal ‘Aqd mencopot dan mengganti pemimpin tersebut .
Bahkan jika jelas terlihat kekafirannya, para ulama pun sepakat membolehkan melawan penguasa tersebut dengan tetap melihat maslahat dan madharat serta kemampuan yang dimiliki umat.

Ust. Yazid Jawas sendiri menyatakan; Ahlus Sunnah Melarang Memberontak Kepada Pemerintah…Hal ini berlaku bagi pemimpin Muslim yang berbuat zalim dan aniaya, yang masih menggunakan syariat Nabi saw . Namun apabila pemimpin itu telah kafir maka boleh memberontak kepadanya dengan syarat-syarat yang ada pada pembahasan selanjutnya” .

Dalam riwayat Ibn Abi Syaibah, Rasul saw bersabda: “Akan muncul kepada kalian para penguasa yang memerintahkan kepada kalian sesuatu yang tidak kalian kenali, mengerjakan perbuatan yang kalian ingkari. Maka tidak ada kewajiban atas kalian menta’ati mereka.
Ibn Abbas berkata; Ada tiga ayat yang masing-masing mengandung dua komponen antara yang satu dan yang lainnya tidak bisa dipisahkan. Salah satunya adalah ayat yang berbunyi; أطيعوا الله وأطيعوا الرسول (ta’atlah kalian kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul).

Membolehkan menyelisihi hukum Allah dan Rasul-Nya adalah bertentangan dengan banyak dalil baik dari Al Qur’an, Sunnah, maupun pendapat ulama. Bertentangan juga dengan tauhid uluhiyah dan iqrar seseorang bahwa ia rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Rasul saw sebagai nabi.

Diantara hakikat tauhid uluhiyah adalah Mengesakan Allah dalam beribadah, berlepas diri dari seluruh sesembahan selain Allah, tidak beribadah kecuali kepada Allah, tidak bertawakkal dan berhukum kecuali kepada Allah, tidak mengambil petunjuk (pedoman) kecuali yang bersumber dari Allah, tidak beramal kecuali untuk Allah, tidak mencintai dan memusuhi kecuali karena Allah.

b. Tentang Hadits :

سيكون من بعدي أئمة لا يهتدون بهداي، ولا يستنون بسنتي، وسيقوم فيهم رجال قلوبهم قلوب الشياطين في جثمان أنس، قال حذيفة: قلت: كيف أصنع يا رسول الله أن أدركت ذلك؟ قال: تسمع وتطيع الأمير، وإن ضرب ظهرك وأخذ مالك فاسمع وأطع.

Dengan dalih hadits ini, sang khatib menyatakan; inilah dalil yang menunjukan wajibnya taat kepada penguasa meskipun mereka tidak menggunakan pedoman dan sunnah Sabi saw dalam perkara apa saja; pemilihannya, aturan atau hukumnya dan lain sebagainya.
Sebelum menjelaskan hadits tersebut secara ringkas, di sini perlu disampaikan sebagian komentar para ulama:

1) Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim tersebut sanadnya terputus. Karena salah seorang rawinya yang bernama Abu Salam Mamthur Al habasyi Ad Dimasyqi tidak mendengar dari sahabat Abu Hudzaifah. Maka haditsnya dari Hudzaifah adalah mursal.
Ibn Hajar dalam kitab ‘Tahdzib at Tahdzib 10/296 menyatakan; Abu Salam melakukan irsal dari Hudzaifah, Abu Dzarr dan dari selain keduanya’.
Dalam mengomentari hadits tersebut Fuad Abdul Baqi berkata: “Dia tidak mendengar dari Hudzaifah”.
Dalam menjelaskan Shahih Muslim, Imam Nawawi berkata: “Hadits ini mursal, meskipun matannya benar sesuai dengan jalur yang pertama.

2) Terlepas dari permasalahan validasi hadits tersebut, maka hadits itu tidak boleh difahami begitu saja. Yang dimaskud menyelisihi sunnah dan petunjuk Nabi saw tersebut adalah dalam sebagian permasalahan. Dengan tetap menjadikan syari’at Islam sebagai sumber hukum.
Selain alas an yang dikemukakan di muka, alas an lainnya adalah Imam Muslim meletakan hadits tersebut jauh sesudah hadits:

يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ.

Ini artinya antara hadits yang satu dengan hadits yang lain saling berkaitan dan
tidak berdiri sendiri.

3) Setiap kita harus melihat bagaimana sikap para ulama dalam menyikapi kalangan yang tidak mau menggunakan petunjuk Nabi saw. Lihat bagaimana sikap; Abdullah bin Umar, Imran bin Hushain, Abdullah bin Mughaffal, Ibn Abbas, Said ibn Musayyab, Malik, Ahmad, Ibn Taimiyah, Ibn Qayyi al Jauziyah dan ulama-ulama lainnya ketika ada kalangan yang berpaling dari sunnah Rasul saw .
Dengan jelas dan tanpa tedeng aling-aling maka saya bisa memastikan khatib tersebut sedang terkena Flu Murjiah yang jauh lebih berbahaya dari pada Flu Burung.

Dalam kitab Ar Rudud, Bakr Abu Zaid menyatakan: Pengaruh yang paling buruk dari ‘Flu’ Murjiah pada masa kini adalah ‘Syirk at Tasyri’’ syirik dalam masalah hokum (undang-undang) dengan membolehkan keluar dari syariat Rabb langit dan bumi…hal ini menurut kaum Murjiah tidak dianggap sebagai sesuatu bentuk kekafiran. Apa yang dinyatakan beliau dalam Ar Rudud adalah sama dengan yang dinyatakannya dalam kitabnya ‘Dar’ul Fitnah ‘An Ahli as Sunnah…bersambung!

Categories: AQIDAH
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: