Qoul=3

1] “Hafalkanlah ilmu yang telah Anda kumpulkan! Karena orang yang mengumpulkan ilmu namun ia tidak menghafalnya, bagaikan seorang laki-laki yang duduk di depan hidangan, lalu ia mengambil hidangan tersebut sesuap demi sesuap, namun ia lemparkan suapan-suapan itu ke belakang punggungnya. Kapankah Anda akan melihatnya kenyang?” (al-A’masy)

——————————————————

2] “Tuntutlah ilmu sebelum ilmu itu diangkat. Ilmu diangkat dengan meninggalnya para ulama. Orang yang berilmu dan orang yang menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sama dalam hal pahala. Sesungguhnya manusia itu hanya ada dua, orang yang berilmu dan orang yang menuntut ilmu. Dan tidak ada kebaikan pada diri manusia yang selainnya”. (Abu Darda’)

——————————————————

3] “Manusia yang paling dekat derajatnya  dengan kenabian adalah ahlul ilmi dan ahlul jihad, ia berkata: ahlul ilmi mereka yang menunjuki manusia sesuai yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan ahlul jihad mereka yang berjihad sesuai dengan apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“. (Khothib al-Baghdadi)

——————————————————

4] “Kerjakanlah ketaatan kepada Allah Ta’ala, takutlah berbuat maksiat kepada allah dan perintahkanlah keluargamu dengan berdzikir, maka Allah k akan menyelamatkanmu dari api neraka”. (Ali bin Abi Thalib dari Ibnu Abbas)

——————————————————

5] “Wajib mengajarkan anak-anak kaum muslimin dengan apa-apa yang diperintahkan Allah Ta’ala kepadanya dan mendidik mereka kepada ketaatan kepada Allah k dan Rasul-Nya”. (Ibnu Taimiyyah)

——————————————————

6] “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukan-keburukannya”. (Ya’kub)

——————————————————

7] “Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barang siapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi”. (as-Suusy)

——————————————————

8] “Mengikhlaskan niat jauh lebih sulit daripada melakukan seluruh aktivitas”. (Ayyub)

——————————————————

9] “Bersungguh-sungguhlah kalian dalam beramal. Jika sesuatu yang terjadi sesuai dengan yang kita harapkan, itu karena rahmat Allah dan sifat pemaafnya. Maka kita memiliki beberapa derajat di surga. Jika sesuatu yang terjadi adalah perkara yang berat seperti sesuatu yang kita takutkan dan khawatirkan, kita tidak berkata: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. (QS. Faatir: 37). Namun kita katakana: Sungguh kami telah beramal, namun semua amal kami tidak berguna bagi kami”. (Muthorrif bin Abdullah)__ Jami’ul Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab al-Hambali, hlm. 312

——————————————————

10] “Jika engkau ingin shalatmu bermanfaat bagi dirimu, maka berkatalah: “Barangkali aku tidak bisa shalat setelah ini.” (Bakr al-Mazni)__ Jami’ul Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab al-Hambali, hlm. 521

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: